KAUSA.ID, PALU – Program Berani Cerdas yang diusung oleh gubernur Sulteng Anwar Hafid dan wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido diharapkan dapat mendorong peningkatan edukasi literasi dan inklusi keuangan.

Program yang memprioritaskan anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi ini turut diapresiasi oleh Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah. Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Sulteng.

“Program Berani Cerdas merupakan program yang patut kita dukung. Sebab sangat bermanfaat bagi generasi Sulteng ke depan,” ucap Mardiyah, Selasa (18/03/2025).

Meski begitu, Mardiyah yang aktif mengajar masyarakat di berbagai wilayah Sulteng meminta Program Berani Cerdas juga menyasar peningkatan edukasi literasi dan inklusi keuangan.

Pasalnya, dari pengalaman keliling memberikan materi literasi keuangan, masih banyak masyarakat Sulteng yang belum paham (not literate) dan akhirnya kena financial stress hal ini ditandai dengan rasa cemas, takut, stress bahkan depresi

Hal tersebut menjadi kekhawatiran Mardiyah, sebab, disebutnya literasi keuangan merupakan keterampilan dasar ( basic skill) dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Kami tim Hannah Asa Indonesia, mengajar berkeliling Sulteng. Dan temuan kami di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang pentingnya mengelola keuangan bahkan kena financial stress,” ungkapnya.

Perempuan sapaan akrab Itje ini bilang, timnya berkeliling mengajar literasi keuangan untuk masyarakat Sulteng tanpa didukung pemerintah.

Meski begitu, Mardiyah dan seluruh timnya tidak goyah dan terus keliling Sulteng menjangkau banyak masyarakat demi mencerdaskan hingga mensejahterakan melalui literasi keuangan.

“Meski tanpa dukungan, kami terus berkomitmen memberikan literasi ke seluruh masyarakat Sulteng,” tegas Mardiyah.

Ia berharap, pemerintah Sulteng yang saat ini dipimpin oleh Anwar dan Reny melalui Program Berani Cerdas dapat melek tentang literasi keuangan.

Perlu diketahui, program yang digencarkan Hannah Asa Indonesia untuk memberikan literasi keuangan masyarakat Sulteng ialah Bootcamp.

Saat ini, program Bootcamp Mardiyah dan timnya telah berlangsung sebanyak lima kali di berbagai daerah di Sulteng. (*)