YOGYAKARTA, KAUSA – Program pemberian vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki usia kelas 5 Sekolah Dasar (SD) akan dimulai pada Agustus 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dengan fokus awal di tiga provinsi: DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. 

Pemberian vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki ini bertujuan melindungi mereka dari berbagai risiko penyakit dan merupakan langkah penting dalam peta jalan nasional eliminasi kanker serviks.

Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS, menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap. Setelah tiga provinsi perintis pada 2026, perluasan vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki akan berlanjut ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027, diikuti Jawa Timur pada 2028, sebelum implementasi nasional pada 2029.

“Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk BIAS bulan Agustus, kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali,” kata dr. Indri Yogyaswari, MARS.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu, menekankan pentingnya perluasan imunisasi ini. “HPV bisa menyerang baik perempuan maupun laki-laki. Perluasan imunisasi HPV pada anak laki-laki ini bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit yang disebabkan oleh HPV,” ujarnya.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menunjukkan, sasaran imunisasi vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki di wilayah tersebut mencapai 3.146 anak. Program ini sejalan dengan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030, yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. HK/01.07/MENKES/2176/2023.

Menurut Kepala Puskesmas Kotagede 2, dr. Atika Anggiasih, virus HPV tidak hanya memicu kanker serviks pada perempuan, tetapi juga berpotensi menyebabkan jenis kanker lain seperti kanker anus dan orofaring, serta kutil kelamin yang dapat menyerang laki-laki. Selain itu, anak laki-laki berisiko menjadi pembawa (carrier) virus tersebut.

Syarat perluasan vaksinasi anak laki-laki ini sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komnas Imunisasi Nasional adalah jika cakupan vaksin HPV pada anak perempuan di wilayah tersebut sudah mencapai 90%. Pada tahun 2026, vaksin HPV akan diberikan sebanyak satu dosis untuk anak laki-laki dan perempuan kelas 5 SD. Jika terlewat, imunisasi kejar tersedia di kelas 6 SD dan SMP untuk usia 14–15 tahun.

M. Mu’adin, Kepala SD Intis School Yogyakarta, menyambut baik program vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki

“Kami sangat mengapresiasi adanya program ini karena sangat penting untuk mencegah penyakit-penyakit berisiko di masa depan. Mengenai respon anak-anak, sebagian ada yang santai dan ada juga yang takut, itu hal yang biasa. Namun secara prinsip, seluruh siswa siap untuk diimunisasi,” jelasnya. (**)