RSUD Undata Palu Bantah Tudingan Surat Terbuka Nakes
PALU, KAUSA Direktur RSUD Undata Palu dr Jumriani memberikan klarifikasi terkait surat terbuka anonim yang viral di media sosial dan menuding manajemen melakukan pelayanan buruk serta menelantarkan pasien IGD pada Selasa (03/11/2026).
Dalam konferensi pers, manajemen RSUD Undata Palu menegaskan belum mengetahui sosok pembuat maupun penyebar petisi tanpa identitas tersebut yang meminta Presiden untuk merombak manajemen.
“Tuntutan itu tidak mengatasnamakan siapa-siapa. Penulis hanya menyebut pegawai dan nakes RSUD Undata,” ujar dr Jumriani kepada awak media saat konferensi pers di Palu, Selas (13/11/2026).
Pihak manajemen langsung menggelar rapat darurat bersama seluruh kepala instalasi dan kepala ruangan untuk merespons tudingan fasilitas buruk serta dugaan penelantaran makanan pasien di IGD.
“Hasil rapat membuktikan tidak ada nakes yang mengetahui kemunculan petisi tanpa tanda tangan tersebut,” tambah dr Jumriani, Direktur RSUD Undata Palu.
Terkait kualitas layanan, manajemen RSUD Undata Palu mengklaim penilaian independen dari Ombudsman menunjukkan respons positif dari masyarakat pengguna jasa medis.
Mengenai keluhan kerusakan alat, RSUD Undata Palu membenarkan alat CT Scan utama sedang mengalami gangguan teknis sejak September dan masih menunggu proses pemeriksaan.
Manajemen RSUD Undata Palu langsung berencana menambah satu unit alat baru serta menggandeng rumah sakit lain untuk mengantisipasi layanan pemeriksaan.
“Jadi sekarang alat CT Scan kami belum berfungsi karena pemeriksaannya belum datang dilakukan,” jelasnya.
Terkait isu makanan pasien IGD, manajemen RSUD Undata Palu menegaskan aturan medis melarang pemberian makan kepada pasien yang belum menjalani perawatan selama enam jam.
“Pasien belum enam jam di IGD memang tidak boleh mendapat makanan,” ungkapnya.
Terakhir, manajemen memastikan pembagian jasa pelayanan nakes di RSUD Undata Palu sudah berjalan secara transparan dan mengacu pada regulasi yang berlaku. (**)


Tinggalkan Balasan