Anwar Hafid Gerak Cepat Tangani Karhutla Poso Selamatkan Warga
POSO, KAUSA – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di perbatasan Desa Wuasa dan Kaduwa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sabtu (24/10/2026).
Kebakaran tersebut sempat mendekati permukiman serta kebun milik warga setempat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan melalui pengerahan personel gabungan. Karhutla Poso ini memicu langkah sigap dari pemerintah provinsi untuk mencegah api meluas ke area hunian penduduk.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat karhutla Poso kali ini. Ia langsung memerintahkan instansi terkait untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia di lapangan.
“Saya telah memerintahkan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera mengerahkan personel dan peralatan yang dibutuhkan guna memastikan kebakaran dapat ditangani dengan cepat. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Saya juga meminta agar pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama yang berpotensi mengancam permukiman dan kebun warga,” kata Anwar Hafid.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan personel ke lokasi sejak Kamis pekan lalu untuk memastikan kondisi kebakaran dapat dikendalikan.
“Sejak Kamis pekan lalu, personel kami sudah turun untuk memastikan api benar-benar padam. Namun, kami kembali menerima laporan dari masyarakat mengenai munculnya kebakaran di kawasan hutan yang hampir mendekati permukiman warga. Kondisi tersebut berhasil diatasi, dan kami terus melakukan langkah antisipasi agar api tidak meluas,” ujar Asbudianto.
Menindaklanjuti arahan gubernur, BPBD Sulteng berkoordinasi dengan camat setempat guna memperkuat penanganan karhutla Poso. Mobil pemadam kebakaran serta tangki air dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman bersama unsur masyarakat.
Asbudianto menambahkan bahwa pengerahan personel kini difokuskan pada sejumlah titik yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran guna memaksimalkan hasil di lapangan.
“Personel akan kami fokuskan di titik-titik yang tidak dapat diakses mobil pemadam. Kami juga terus berkoordinasi dengan camat dan masyarakat setempat agar upaya pemadaman dan pemantauan berjalan optimal. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru,” tambah Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto.
Pemantauan intensif di kawasan perbatasan Desa Wuasa dan Kaduwa terus dilakukan bersama unsur pemerintah setempat. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu meredam dampak lanjutan dari karhutla Poso serta melindungi keselamatan warga. (**)


Tinggalkan Balasan