PARIGI MOUTONG, KAUSA – Banjir melanda empat desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28/08 dini hari. Bencana banjir Kasimbar Parigi Moutong ini mengakibatkan jalan Trans Sulawesi lumpuh serta ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Labuan Donggulu, Laemanta, Laemanta Utara, dan Peningka terdampak.

Kejadian banjir Kasimbar Parigi Moutong ini bermula akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam. Hujan intensitas tinggi membuat sungai meluap hingga merendam pemukiman warga di empat desa. Waktu kejadian banjir diperkirakan mulai pukul 05.30 WITA.

Berdasarkan laporan yang diterima, Kepala Pelaksana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sulawesi Tengah, IAsbudianto,  banjir terjadi di Dusun 1, 2, dan 3 Desa Labuan Donggulu, Dusun 1 Desa Laemanta, seluruh Desa Peningka, serta Dusun 1, 2, 3 dan 4 Desa Laemanta Utara.

Dampak dari banjir Kasimbar Parigi Moutong sangat signifikan. Di Desa Laemanta, sebanyak 34 KK terdampak. Sementara itu, Desa Laemanta Utara mengalami dampak terparah dengan 81 KK terdampak. Di Desa Labuan Donggulu, sebanyak 73 KK juga turut menjadi korban banjir ini.

Selain merendam pemukiman, banjir Kasimbar Parigi Moutong juga menyebabkan satu unit jembatan di Desa Peningka putus total. Lebih lanjut, ruas jalan Trans Sulawesi yang merupakan akses vital di wilayah tersebut, tertutup material longsoran di perbatasan Desa Peningka dan Laemanta Induk, menyebabkan kelumpuhan transportasi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan PUSDALOPS BPBD Parigi Moutong telah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian. Mereka juga berkoordinasi untuk mobilisasi alat berat dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) guna membersihkan material longsoran di jalan Trans Sulawesi.

“Jembatan Bailey saat ini sedang dalam perjalanan dan diperkirakan akan tiba di lokasi pada pukul 22.00 WITA. Ini menjadi salah satu upaya penanganan darurat,” kata  Asbudianto.

Hingga laporan ini dibuat, banjir belum sepenuhnya surut dan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak adalah normalisasi sungai, pembersihan jalan Trans Sulawesi, serta pasokan air bersih. BPBD terus berupaya mendata jumlah pengungsi. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir Kasimbar Parigi Moutong ini. (**)