Buruh Morowali Kepung PT Hengjaya Mineralindo, Mogok Kerja Terus Berlanjut
MOROWALI, KAUSA – Ratusan massa aksi dari Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) mengepung PT Hengjaya Mineralindo di Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (24/9/2026). Aksi ini merupakan bentuk demonstrasi dan Mogok Kerja PT Hengjaya Mineralindo yang dilakukan buruh setelah perundingan sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Massa yang terdiri dari berbagai PUK FSPIM-KPBI di Morowali bersatu dalam solidaritas untuk mendukung PUK MIM dan PUK RJS. Aksi mogok ini diperkirakan akan berlangsung hingga 7 Oktober 2026 atau sampai ditemukannya titik terang penyelesaian masalah.
Menurut keterangan Koordinator Lapangan (Korlap), Agus, aksi demonstrasi dan mogok kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari aksi serupa pada 4 September 2026 yang juga gagal mencapai kesepakatan. Para buruh saat ini telah menduduki jalur jalan hauling atau haul road, yaitu jalur transportasi khusus di area pertambangan yang dirancang untuk mengangkut material berat.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, mogok kerja merupakan hak dasar pekerja yang dapat dilakukan secara sah, tertib, dan damai. Tindakan ini biasanya terjadi akibat gagalnya perundingan atau tidak tercapainya kesepakatan antara pekerja dan pengusaha terkait perselisihan hubungan industrial.
Hamdan, Ketua DPC FSPIM Wilayah Morowali, menyayangkan sikap manajemen PT Hengjaya Mineralindo yang tidak menghadiri perundingan di meja tripartit di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Morowali. Ketiadaan komunikasi ini dinilai menjadi penyebab utama berlarutnya persoalan hingga memicu gelombang aksi.
“Manajemen PT Hengjaya Mineralindo yang menduduki jabatan terkait Perselisihan Hubungan Industrial sangat disayangkan ketika Perundingan di meja Tripartit di Kantor dinas Ketenagakerjaan Morowali sama sekali tidak menghadiri perundingan tersebut sehingga kurangnya komunikasi dalam hal penyelesaian persoalan yang terjadi hingga saat ini,” kata Hamdan, Ketua DPC FSPIM Wilayah Morowali.
Ketua Umum FSPIM, Komang Jordi Segara, menyampaikan via telepon bahwa aksi Mogok Kerja PT Hengjaya Mineralindo ini direncanakan akan berlangsung panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi matang dalam mengelola massa, konsumsi, dan transportasi untuk melakukan rollingan massa agar dapat bertahan selama mogok kerja berlangsung. (**)


Tinggalkan Balasan