Gubernur Anwar Hafid Bahas Perizinan SMKN 1 Batui untuk Jamin Siswa Tetap Sekolah
PALU, KAUSA – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima audiensi perwakilan SMKN 1 Batui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026) untuk membahas percepatan proses perizinan pendirian sekolah serta rencana pembangunan Unit Sekolah Baru.
Pertemuan tersebut juga memfokuskan perhatian pada nasib keberlanjutan pendidikan 80 siswa yang saat ini masih dititipkan di sekolah lain agar mereka tidak kehilangan kesempatan belajar akibat kendala administratif yang sedang diselesaikan oleh Dinas Pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Anwar menegaskan bahwa proses perizinan pendirian SMKN 1 Batui perlu segera ditindaklanjuti secara cermat tanpa harus mengabaikan ketentuan prosedur operasional yang berlaku di pemerintahan daerah.
“Sekarang kita proses saja, tidak usah terburu-buru, sambil kita urusi semua supaya sesuai prosedur. Tapi kalau bisa, usahakan surat izinnya secepatnya dikeluarkan,” kata Anwar Hafid.
Gubernur juga mengingatkan agar pihak sekolah tidak terburu-buru menerima siswa baru sebelum seluruh persyaratan operasional SMKN 1 Batui terpenuhi secara resmi dan kegiatan belajar dapat dilaksanakan dengan baik.
Sebagai solusi jangka pendek, para siswa yang dititipkan tersebut direncanakan kembali menjadi siswa resmi SMKN 1 Batui setelah sekolah baru siap beroperasi dengan penyesuaian program pendidikan yang berjalan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sendiri telah menyiapkan dukungan anggaran pada tahun 2027 untuk merealisasikan pembangunan fisik Unit Sekolah Baru SMKN 1 Batui secara menyeluruh.
Sekolah tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara normal pada tahun ajaran baru 2027 setelah dokumen studi kelayakan dan Nomor Pokok Sekolah Nasional rampung dikerjakan.
Lahan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut diketahui sudah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah demi mempercepat realisasi infrastruktur sekolah.
Anwar berharap seluruh tahapan administrasi dan konstruksi dapat berjalan lancar agar SMKN 1 Batui segera memberi kepastian belajar bagi para siswa di daerah tersebut. (**)


Tinggalkan Balasan