Mutasi Polri Besar-besaran: Kapolri Pimpin Sertijab dan Kenaikan Pangkat PJU
JAKARTA, KAUSA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) dan kenaikan pangkat sejumlah Perwira Tinggi (Pati) serta Perwira Menengah (Pamen) Polri. Proses mutasi Polri besar-besaran ini berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026) malam, menandai rotasi penting dalam tubuh kepolisian Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan ini didasarkan pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Sebanyak 23 Pati Polri mengikuti Korps Raport kenaikan pangkat, sebuah bagian integral dari mutasi Polri besar-besaran yang bertujuan untuk penyegaran organisasi dan pembinaan karier.
Tujuh Pati naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.), 14 Pati menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), dan dua Pati menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.). Ini adalah bagian dari strategi untuk memperkuat kepemimpinan Polri melalui mutasi Polri besar-besaran.
Para perwira tinggi yang mendapatkan promosi Komjen Pol. adalah Sandi Nugroho, Dadang Hartanto, Dedy Kusuma Bakti, Asep Safrudin, Hery Herjawan, Andik Setiyono, dan Rudi Darmoko. Kenaikan pangkat ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan di jajaran atas kepolisian.
Sementara itu, 14 Pati yang naik pangkat menjadi Irjen Pol. termasuk Agus Dwi Hermawan, Putu Putera Sadana, Hendra Kurniawan, Tubagus Ami Prindani, Pasma Royce, Yosi Muhamartha, Deni Dharmapala, Sonny Irawan, Rony Samtana, Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Adrianto Jossy Kusumo, Roy Hardi Siahaan, dan Adex Yudiswan. Dua Pati yang naik pangkat menjadi Brigjen Pol. adalah Anwar Haidar dan M. Darwis Debby Hermawan.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mutasi, rotasi jabatan, dan kenaikan pangkat merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel di kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Total 88 Pati dan Pamen Polri mengalami mutasi, dengan 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Perubahan ini mencerminkan komitmen Polri dalam melakukan mutasi Polri besar-besaran untuk efisiensi operasional.
Pada tingkat Mabes Polri, beberapa posisi strategis mengalami pergantian, antara lain Kabaintelkam Polri, Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, Kalemdiklat Polri, Astamarena Kapolri, Aslog Kapolri, As SDM Kapolri, Kadivpropam Polri, Kadiv TIK Polri, Kadensus 88 AT Polri, Kadivkum Polri, Kakortastipidkor Polri, serta Koorspripim Polri. Ini menunjukkan luasnya cakupan mutasi Polri besar-besaran.
Selain itu, 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah juga mengalami mutasi, termasuk Kapolda Metro Jaya, Maluku, Kepri, Riau, NTT, Jabar, Banten, Jateng, Jatim, Bali, Sumbar, Sulsel, Jambi, Gorontalo, Sumut, Sumsel, Sulteng, Sulbar, dan DIY. Ini adalah upaya untuk meningkatkan kinerja dan adaptasi di tingkat kewilayahan.
Johnny menambahkan, Kapolri berharap seluruh personel yang menerima amanah baru dan kenaikan pangkat dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing. Ini adalah bagian dari harapan agar mutasi Polri besar-besaran dapat membawa dampak positif.
“Kapolri berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujar Johnny.
Menurut Johnny, pergantian jabatan dan kenaikan pangkat ini juga merupakan upaya menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian baik di Mabes Polri maupun di wilayah. Setiap personel yang mendapatkan amanah baru diharapkan mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. (**)


Tinggalkan Balasan