JAKARTA, KAUSA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menyatakan Dukungan PSSI ke Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Pernyataan ini diumumkan melalui media sosial resmi PSSI pada Rabu, 5 Agustus 2026, menempatkan Indonesia pada posisi unik di tengah gelombang penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola regional terhadap kepemimpinan Infantino.

Dukungan PSSI ini muncul setelah Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengumumkan rencana kontroversial untuk menjual sebagian saham entitas komersial FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana penjualan saham ini mencakup pengelolaan turnamen-turnamen besar FIFA, termasuk Piala Dunia, dan bertujuan mengumpulkan dana hingga US$20 miliar.

Meskipun proposal tersebut telah dibatalkan Infantino pada 1 Agustus 2026 karena “menimbulkan friksi”, PSSI tetap menunjukkan Dukungan PSSI ke Gianni Infantino secara terbuka. Sikap ini berbanding terbalik dengan konfederasi besar seperti UEFA, CONCACAF, dan AFC yang sebelumnya menyatakan penolakan keras terhadap rencana tersebut, bahkan mengancam boikot Piala Dunia.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa Indonesia telah merasakan dampak positif dari inisiatif FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. “Indonesia telah merasakan langsung dampak positif dari inisiatif FIFA di bawah kepemimpinannya. Inisiatif FIFA di Indonesia telah menerjemahkan misi global FIFA menjadi kemajuan dan perkembangan nyata dalam sepak bola Indonesia. Rekam jejak inilah, dan kepercayaan yang telah dibangunnya, yang mendasari dukungan berkelanjutan PSSI kepada Presiden Infantino dan kepada FIFA yang tetap, pertama dan terutama, sebagai lembaga yang melayani semua Asosiasi Anggotanya,” kata pernyataan resmi PSSI pada 5 Agustus 2026.

Pernyataan resmi tersebut juga mengapresiasi komitmen Infantino dalam “memupuk persatuan di seluruh komunitas sepak bola global, memajukan pengembangan sepak bola, dan memperkuat semua Asosiasi Anggota FIFA.” Ini menunjukkan pandangan PSSI bahwa Dukungan PSSI ke Gianni Infantino didasari oleh kontribusi nyata FIFA terhadap kemajuan sepak bola di Tanah Air.

Sebelumnya, Infantino yang telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016, berencana menjual hingga 20% saham minoritas di FFE kepada investor swasta. Proposal ini, yang sempat memicu perdebatan sengit, dimaksudkan untuk memperkuat 211 asosiasi anggota FIFA, khususnya negara-negara berkembang. Infantino bahkan menjanjikan dana bantuan pengembangan sepak bola sebesar US$40 juta untuk setiap negara yang setuju.

Namun, tekanan dari konfederasi regional membuat Infantino membatalkan proposal tersebut. “Setelah mendengarkan semua pandangan yang ada, jelas bahwa proyek ini menimbulkan perpecahan [pendapat], terlepas dari dukungan yang ada, ini semua tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal,” kata Gianni Infantino melalui akun Instagram pribadinya pada 1 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa tujuan FIFA selalu untuk “bersatu dan meningkatkan diri bersama-sama.”

Sikap Dukungan PSSI ke Gianni Infantino ini menjadi sorotan media internasional seperti Reuters dan Bloomberg. Posisi Indonesia yang tetap mendukung Infantino di tengah krisis dan gelombang penolakan dari federasi besar (UEFA mewakili 55 negara, CONCACAF 41 negara, AFC 47 negara) dinilai unik. Hal ini dapat berimplikasi pada hubungan Indonesia dengan konfederasi regional seperti AFC, yang telah menyatakan solidaritas dengan UEFA dalam menentang Infantino.

Kongres FIFA berikutnya dijadwalkan pada Maret 2027, di mana pemilihan presiden FIFA akan menjadi salah satu agenda utama. Dukungan dari asosiasi anggota seperti PSSI dapat menjadi faktor penting bagi Infantino yang dikabarkan siap menjalani pemilihan ulang untuk periode keempat. Namun, penolakan dari konfederasi besar tetap menjadi tantangan serius bagi kampanye presiden FIFA tersebut.

PSSI menegaskan bahwa Dukungan PSSI ke Gianni Infantino adalah bentuk apresiasi terhadap rekam jejak dan kepercayaan yang telah dibangun Infantino. Sikap ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan FIFA dalam berbagai program pengembangan sepak bola ke depan.