JAKARTA, KAUSA – Pendaftaran untuk mendapatkan war tiket undangan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka secara resmi telah ditutup pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB. Mekanisme pengajuan undangan daring untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menarik perhatian ratusan ribu masyarakat. Hingga hari pertama, tercatat 128.331 orang berpartisipasi dalam ‘perebutan’ war tiket undangan HUT ke-81 RI tersebut.

Pemerintah, melalui Kementerian Sekretariat Negara, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk hadir langsung dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi serta Upacara Penurunan Bendera Pusaka pada 17 Agustus 2026. Meskipun disebut ‘war tiket’, proses ini bukanlah jual beli tiket, melainkan pendaftaran gratis untuk mendapatkan undangan resmi. Kuota yang disediakan untuk masyarakat umum adalah 8.100 orang.

Pendaftaran war tiket undangan HUT ke-81 RI dibuka selama tiga hari berturut-turut, mulai 5 hingga 7 Agustus 2026. Setiap hari, pendaftaran dibuka pada pukul 10.00 WIB melalui portal resmi Pandang Istana. Kuota harian akan otomatis ditutup apabila telah terpenuhi.

Persyaratan utama bagi pendaftar war tiket undangan HUT ke-81 RI meliputi status WNI, usia minimal 12 tahun pada 17 Agustus 2026, memiliki KTP atau KIA, email dan nomor telepon aktif, serta swafoto formal sambil memegang identitas. Selain itu, pendaftar harus dalam kondisi sehat dan telah melengkapi vaksinasi sesuai ketentuan panitia.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menjelaskan tujuan dari mekanisme ini.

“Undangan kepada masyarakat juga diberikan secara terbuka melalui mekanisme war ticket. Jadi, nanti kami juga akan melaksanakan war ticket bagi masyarakat yang ingin ikut serta mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka,” kata Juri Ardiantoro.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam perebutan war tiket undangan HUT ke-81 RI.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Pada hari pertama kemarin tercatat 128.331 masyarakat mengikuti war ticket, yang tersebar di 36 provinsi, bahkan ada peserta dari mancanegara, di antaranya Amerika Serikat, Australia, Rusia, Jerman, Britania Raya, Turki, Prancis, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia,” jelas Prasetyo Hadi pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Dengan jumlah pendaftar hari pertama yang mencapai 128.331 orang dan kuota total 8.100, secara matematis terdapat sekitar 15,8 pendaftar untuk setiap satu kursi. Angka ini menunjukkan tingkat persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan war tiket undangan HUT ke-81 RI.

Prasetyo Hadi juga memberikan kesempatan kedua bagi pendaftar yang belum beruntung di hari pertama.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang kemarin belum mendapatkan kesempatan memperoleh undangan. Hari ini (6/8) pukul 10.00 WIB akan kembali dibuka war ticket. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, masih ada kesempatan untuk mencoba kembali,” tambahnya.

Bagi mereka yang telah berhasil mendaftar sebelum batas waktu, langkah selanjutnya adalah memantau email, portal Pandang Istana, dan kanal resmi Kementerian Sekretariat Negara untuk informasi hasil verifikasi dan jadwal pengambilan undangan fisik. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia atau Kementerian Sekretariat Negara, mengingat pendaftaran war tiket undangan HUT ke-81 RI ini bersifat gratis dan tidak dipungut biaya apapun.