HALMAHERA SELATAN, KAUSA – Sebuah video yang menunjukkan kekecewaan seorang warga Halmahera Selatan, Maluku Utara, viral di media sosial sejak 6 Agustus 2026. Dalam video tersebut, warga mengeluhkan penolakan anak dan cucunya yang berasal dari keluarga miskin ekstrem untuk masuk program Sekolah Rakyat Halmahera Selatan

Kejadian ini memicu pertanyaan tentang implementasi program Sekolah Rakyat Halmahera Selatan yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.

Video berdurasi singkat itu menggambarkan kegelisahan warga yang menilai bahwa program Sekolah Rakyat Halmahera Selatan tidak berjalan sesuai peruntukannya. 

Menurut warga, sekolah tersebut seharusnya mengakomodasi siswa dari keluarga miskin ekstrem, bukan justru menolaknya. Kasus ini sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, menyoroti akses pendidikan bagi golongan rentan di daerah tersebut.

Warga asal Desa Kebun Raja Gane Timur, Halmahera Selatan tersebut, dalam video viralnya mengatakan kekecewaannya.

“Saya berasal dari daerah Gane, yaitu Desa Kebun Raja Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan. Hari Senin kemarin anak cucu saya berangkat ke Akekolano katanya di sana ada Sekolah Rakyat, sekolah itu katanya dikhususkan untuk orang miskin ekstrem.”

“Terus anak saya berangkat mereka hanya membawa uang satu juta setengah, karena mereka orang miskin ekstrem jadi mereka pergi mendaftar ke Sekolah Rakyat Akekolano. Namun sampai di sana semua guru-guru menolak. berarti ini tidak sesuai dengan yang diatur pemerintah untuk katanya untuk miskin ekstrem, ternyata Sekolah Rakyat Akekolano salah alamat terhadap siswanya. Banyak yang salah alamat, karena sepantasnya orang miskin ekstrem tapi ternyata orang kehidupan menengah yang dimasukkan.” tambahnya.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pemerintah daerah Halmahera Selatan atau Kementerian Sosial terkait kasus spesifik penolakan siswa di Sekolah Rakyat Halmahera Selatan ini. 

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, atau Gus Ipul, pernah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan untuk siswa dari keluarga miskin ekstrem. 

“Sekolah Rakyat untuk siswa dari keluarga miskin ekstrem, berasrama plus fasilitas olahraga lengkap. Masuknya diseleksi ketat,” kata Gus Ipul. Pernyataan ini menegaskan kembali tujuan afirmatif program tersebut yang berfokus pada kelompok rentan. (kn)