PALU, KAUSA – Provinsi Sulawesi Tengah  kini berada dalam status siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul deteksi 177 titik panas oleh Kodam XXIII/Palaka Wira per 1 September 2026. Data ini mengindikasikan peningkatan risiko, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan dampak kuat El Niño.

Kondisi ini diperparah dengan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi yang melaporkan 37 hektare hutan dan lahan terbakar dalam 37 kejadian karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Sebaran titik panas Sulawesi Tengah tersebar merata di beberapa kabupaten, dengan Banggai menjadi daerah dengan konsentrasi tertinggi mencapai 49 titik.

Polda Sulteng telah menerbitkan maklumat pencegahan karhutla pada 2 September 2026 sebagai langkah antisipasi. Langkah ini diambil merespons situasi iklim yang didominasi cuaca panas dan kering akibat puncak musim kemarau 2026, serta El Niño kategori sangat kuat yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprakirakan potensi angin kencang di beberapa wilayah, termasuk Sulteng, yang dapat mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

Data BMKG menunjukkan bahwa meskipun ada potensi hujan ringan hingga sedang pada 1–7 September 2026, kondisi kering masih mendominasi, menjaga potensi titik panas Sulawesi Tengah tetap tinggi.

Pemerintah daerah melalui BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di berbagai kabupaten telah aktif menangani insiden karhutla di lapangan. Dinas Kehutanan Sulteng juga telah menginstruksikan 13 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan penanganan karhutla.

“Kapolda Sulteng telah menerbitkan maklumat untuk menyiapkan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin, Rabu (2/9/2026).

Sementara itu, Kodam XXIII/Palaka Wira juga menyatakan kesiapan mereka.

“Kodam XXIII/Palaka Wira menyiapkan sejumlah strategi terpadu untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah,” kata Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Binsar Sianipar kepada media, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data yang dirilis BPBD Kabupaten tercatat luas area hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Sigi mencapai 37 hektare. Selain itu, Pihak Damkar Sigi turut  mencatat ada 37 kejadian karhutla yang ditangani selama periode Januari hingga Agustus 2026. (kn)