Gubernur Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Masungkang dengan Dana Pribadi
BANGGAI, KAUSA – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengambil langkah cepat dengan membangun jembatan gantung di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, menggunakan dana pribadinya. Keputusan ini diambil setelah melihat kondisi warga, terutama anak-anak sekolah, yang harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai tanpa jembatan memadai.
Aksi nyata Gubernur Anwar Hafid ini merespons keluhan masyarakat setempat yang bertahun-tahun menghadapi risiko. Bagi Anwar Hafid, keselamatan masyarakat tidak bisa menunggu panjangnya proses birokrasi dan keterbatasan anggaran.
Sebagai bukti keseriusan Gubernur Anwar Hafid, pembangunan jembatan telah memasuki tahap awal. Tim teknis sudah turun langsung ke lokasi pada Rabu (22/07/2026) untuk melakukan pengukuran sebagai dasar penyusunan spesifikasi dan perencanaan konstruksi jembatan gantung tersebut.
Tri Harsono Sibay, yang dipercaya Gubernur Anwar Hafid mengawal pembangunan jembatan, mengatakan proses pengukuran dan perhitungan teknis diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, pekerjaan konstruksi akan segera dimulai.
“Pengukuran dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan spesifikasi teknis jembatan. Jika semua berjalan sesuai rencana, paling cepat dalam waktu satu minggu pekerjaan sudah bisa dieksekusi,” kata Tri Harsono Sibay.
Menurut Tri, keputusan Gubernur Anwar Hafid membiayai pembangunan melalui dana pribadi didasari kondisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang saat ini masih terdampak kebijakan efisiensi. Jika menunggu mekanisme penganggaran pemerintah, pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama, sementara masyarakat setiap hari masih harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai.
Karena itu, Gubernur Anwar Hafid memilih bertindak cepat. Baginya, yang paling penting adalah menghadirkan solusi agar warga tidak lagi hidup dalam kecemasan, terutama para pelajar yang harus mempertaruhkan keselamatan demi menuntut ilmu.
“Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” kata Gubernur.
Tri juga mengajak masyarakat untuk ikut bergotong royong menyukseskan pembangunan jembatan ini. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek yang sangat dibutuhkan ini.
“Insyaallah tidak ada hambatan dalam pembangunan jembatan ini. Bagi masyarakat yang ingin membantu sebagai relawan, mari bersama-sama bergotong royong membangun jembatan untuk saudara-saudara kita di Desa Masungkang. Semoga jembatan ini dapat segera dimanfaatkan dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” ujarnya. (**)


Tinggalkan Balasan