Palu, KAUSA – Program bedah rumah eks warga binaan di Kota Palu telah memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 90 persen. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) memastikan proyek tersebut akan rampung sepekan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), sebagai komitmen nyata dalam memberikan pembinaan berkelanjutan bagi mantan narapidana yang kembali ke masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabagtum) Kanwil Ditjenpas Sulteng, Maulana Luthfiyanto, saat meninjau langsung lokasi pembangunan di Jalan Yodo, Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, pada hari Senin (3/8/2026). 

Tinjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan, ketepatan penyelesaian, serta manfaat program bedah rumah eks warga binaan benar-benar terasa bagi penerimanya. Maulana menegaskan bahwa monitoring rutin terhadap bedah rumah eks warga binaan menjadi prioritas untuk memastikan setiap aspek konstruksi memenuhi standar kelayakan. 

“Ini merupakan arahan langsung Bapak Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman agar setiap program pembinaan tidak berhenti di dalam lapas atau rutan. Kami ingin memastikan warga binaan yang telah kembali ke masyarakat memperoleh kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik melalui dukungan nyata dari pemasyarakatan,” ujar Maulana.

Berdasarkan hasil peninjauan, pembangunan rumah telah memasuki fase finishing dengan penyelesaian dinding, lantai, dan instalasi pendukung terus dikebut. Rumah yang dibangun dengan dua kamar tidur ini dirancang untuk memberikan ruang yang layak dan nyaman. Selain itu, desain bedah rumah eks warga binaan mendapat penyempurnaan melalui penambahan atap pada bagian depan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari sore.

Kualitas bangunan menjadi fokus utama Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam melaksanakan program bedah rumah eks warga binaan ini. Setiap tahapan pembangunan terus dipantau agar hasilnya tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kelayakan dan kenyamanan optimal bagi penghuni.

“Kami optimistis pembangunan selesai sesuai target, yakni sekitar sepekan sebelum HUT Ke-81 RI. Yang terpenting bukan hanya selesai, tetapi rumah ini benar-benar layak huni dan dapat menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik bagi penerimanya,” kata Maulana.

Dalam pelaksanaan bedah rumah eks warga binaan, Kanwil Ditjenpas Sulteng juga melibatkan warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi dan memiliki keterampilan di bidang konstruksi. Keterlibatan mereka menjadi bagian integral dari program pembinaan kemandirian sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata sebagai bekal ketika kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat.

“Melalui program bedah rumah eks warga binaan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang produktif, memiliki keterampilan, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kanwil Ditjenpas Sulteng terus memastikan setiap proses pembangunan dikawal hingga tuntas agar manfaat program bedah rumah eks warga binaan dapat dirasakan secara nyata dan menjadi simbol bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya membina, tetapi juga membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik. (**)