2 dari 3 halaman

Kepala BMKG Kelas II Mutiara SIS Al Jufrie Palu, Nur Alim, menegaskan bahwa meskipun siklon tropis tidak terbentuk langsung di wilayah Sulawesi Tengah, dampak tidak langsungnya tetap dirasakan, terutama dalam bentuk peningkatan curah hujan.

“Secara umum, Sulawesi Tengah memasuki puncak musim hujan pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia turut memengaruhi dinamika cuaca di daerah ini,” ujar Nur Alim, Selasa (16/12/2025).

BMKG menyoroti sejumlah wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, di antaranya Kabupaten Buol, Tolitoli, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Morowali, dan Morowali Utara, terutama daerah yang masuk dalam zona rawan banjir dan tanah longsor.

Selain wilayah daratan, BMKG juga memantau kondisi perairan Sulawesi Tengah. Saat ini, tinggi gelombang masih tergolong relatif aman, berkisar antara 50 hingga 150 sentimeter, khususnya di jalur pelayaran Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.

Meski demikian, masyarakat pesisir dan nelayan tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat.