KAUSA.ID, Palu- Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama penyandang disabilitas pada Minggu (25/01/2026) di Rumah Merah Putih Difabel Berkarya, Jalan Jati, Kota Palu.

Peringatan ini mengusung tema “Cahaya Kesetaraan dari Langit Isra Mi’raj: Perjalanan Nabi Muhammad SAW adalah Simbol Rahmat untuk Seluruh Umat, Tanpa Membedakan Kondisi Fisik Maupun Sosial.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan kesetaraan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap seluruh manusia.

Dalam sambutannya, Hadianto Rasyid menyatakan bahwa Allah SWT memberikan kenikmatan kepada setiap manusia dengan cara yang berbeda-beda. Ia menilai perbedaan tersebut bukan kekurangan, tetapi bentuk keistimewaan yang patut disyukuri.

Ia mencontohkan bahwa sebagian orang menerima kenikmatan berupa kemampuan melihat, sementara saudara-saudara tunanetra menerima kenikmatan berupa pandangan hati dan batin. Menurutnya, apa yang dianggap tidak sempurna oleh sebagian orang justru merupakan kesempurnaan bagi penyandang disabilitas.

Hadianto mengajak seluruh hadirin menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum kebaikan dan refleksi, dengan meneladani perjalanan Nabi Muhammad SAW yang sarat kisah inspiratif dan bernilai spiritual. Ia menekankan pentingnya membuka hati, saling memberi perhatian, dan menjaga agar tidak ada pihak yang merasa terabaikan.

Hadianto juga menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian dan komitmen untuk memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta semangat merah putih di tengah keberagaman masyarakat Kota Palu.

Kegiatan Isra Mi’raj turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada 60 penyandang disabilitas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palu sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan mereka di Kota Palu.