Heboh, Pemain Film ‘Jodoh 3 Bujang’ Sapa Penonton di Palu
KAUSA.ID, PALU – Masyarakat Kota Palu antusias menyambut kejutan kedatangan para pemain utama Film Jodoh 3 Bujang saat Gala Premier di Studio 1 Bioskop XXI Palu GrandMall, Senin (23/6/2025).
Kejutan hadirnya para pemain Film jodoh 3 Bujang diakhir pemutaran film ini sontak memicu kehebohan dan sorak sorai dari para penonton yang berada dalam studio.
Salah satu pemain, Jourdy Pranata, pemeran Fadly, mengaku bahwa antusias para penggemar di Palu jauh melebihi ekspektasinya karena penerimaan hangat terhadap Film ini.
“Ternyata antusiasnya jauh di atas, jadi terimakasih sebesar-besarnya untuk teman-teman di Palu atas diterimanya film ini,” ungkap Jourdy.
Ia juga mengatakan meski terdapat tantangan dalam memerankan tokoh tersebut karena harus menggunakan dialek Makasar, namun ia termotivasi mengambil peran karena ketertarikannya dengan budaya Makassar.
“Karena film ini mengangkat soal budaya Makassar dan saya suka budaya itu, tambah lagi di direct sama pak Arfan Sabran dan basicnya adalah film dokumenter,”ungkapnya saat konferensi pers bersama awak media di Palu.
“Peran Fadly juga memiliki kemiripan dengan saya,” imbuhnya.
Sementara bagi para pemain lainnya, mengungkapkan tantangan khusus dalam film ini adalah menguasai dialek atau logat Makasar.
“Buat saya susah banget apalagi waktunya singkat, cuma tiga minggu untuk beradaptasi dengan logat Makasar. Apalagi seperti saya orang Jakarta, jadi terbiasa bicara bahasa Indonesia atau Inggris. Tapi ketika sampai di Makassar, semua itu bisa terbantu, apalagi ada teman teman asli Makassar, ada Eca, ada Meizura,” ujar Aisha Nura Datau, pemeran Rifa.
Film Jodoh 3 Bujang rencananya akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 26 Juni 2025. Film ini menyajikan tentang dinamika dalam sebuah keluarga yang tetap mempertahankan prinsip dan nilai dari suatu tradisi yang dianutnya.
Film ini juga bergenre komedi romantis, namun penuh makna tentang cinta, persahabatan, dan perjuangan dalam menentukan pilihan pendamping hidup meski dalam tekanan keluarga.
Film ini dibintangi sejumlah aktor muda dan berbakat seperti Jourdy Pranata, Christoffer Nelwan, Rey Bong, Maizura, Aisha Nurra Datau, Elsa Japasal, dan Cut Mini.
Cerita berfokus pada tiga saudara Fadly, Kifly, dan Ahmad yang menghadapi tradisi menikah kembar dan harus melalui berbagai konflik budaya serta keluarga. Tak hanya menyuguhkan humor dan drama, namun juga memberikan pesan dari sebuah tradisi dan budaya di lintas generasi.
“Jadi Kota palu ini kota ketiga yang kami kunjungi, harapannya bagaimana pesan film ini bisa sampai. Ini tentang makna keluarga, perjodohan, tentang cinta dan bagaimana pilihan pilihan hidup yang harus dipertanggung jawabkan,” ungkap Sutradara Arfan Sabran.
Menurut Arfan, film bertema budaya dapat memperkaya khazanah dalam dunia perfilman Indonesia. Sebab, Indonesian tidak hanya kaya sumber daya alamnya tapi juga kaya akan budayanya serta kaya akan cerita cerita yang pantas untuk di naikkan ke layar lebar.
“Ini sebagai langkah kecil untuk kita menemukan cerita cerita juga budaya budaya lainnya lain didaerah lain di ndonesia,” terangnya.
“Dengan film ini kami harap dapat memperkaya khazanah film Indonesia,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan