Saham GGRM Anjlok 4,49 Persen, Investor Asing Balik Arah di Bursa
JAKARTA, KAUSA – Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) anjlok tajam 4,49 persen pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Penurunan ini menyebabkan saham produsen rokok tersebut ditutup di level Rp 20.750 per lembar, setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi satu tahun di Rp 21.825 pada sesi pagi. Aksi jual investor asing menjadi pemicu utama di balik anjloknya saham GGRM.
Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 12,59 miliar pada hari itu, membalikkan tren beli bersih yang terjadi selama sepekan sebelumnya. Penurunan saham GGRM ini terjadi di tengah performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga melemah pada 10 Agustus 2026.
Meskipun saham GGRM anjlok, kinerja keuangan perseroan pada semester I 2026 menunjukkan lonjakan laba bersih yang signifikan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 2,97 triliun, melonjak 2.440,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Namun, pendapatan konsolidasian perusahaan justru turun 7,19 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 41,18 triliun.
Penurunan pendapatan ini dikompensasi oleh efisiensi biaya pokok penjualan yang turun 13,28 persen menjadi Rp 35,19 triliun. Hal ini berhasil meningkatkan laba bruto menjadi Rp 5,98 triliun, naik 58,02 persen. Meskipun laba bersih meroket, penurunan pendapatan tetap menjadi perhatian para investor dan analis pasar, yang memicu aksi ambil untung setelah saham GGRM mengalami reli kuat.
Sebelum saham GGRM anjlok pada 10 Agustus, saham ini telah melejit hampir 150 persen dalam satu tahun terakhir dan lebih dari 33 persen dalam sebulan terakhir hingga 7 Agustus 2026. Reli kuat ini membuat beberapa target harga analis sekuritas terlampaui. Misalnya, Mandiri Sekuritas sebelumnya mematok target harga yang telah dilewati, sementara Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 18.700, jauh di bawah posisi saham saat itu.
Analis pasar mengindikasikan bahwa koreksi ini adalah hal yang wajar setelah kenaikan harga yang terlalu cepat. Investor disarankan untuk terus memantau laporan keuangan GGRM di kuartal berikutnya, serta perkembangan regulasi cukai rokok dan sentimen investor asing yang berpengaruh pada pergerakan saham GGRM.


Tinggalkan Balasan