PALU, KAUSA – Universitas Tadulako (Untad) Palu mencatatkan lompatan signifikan di bawah kepemimpinan Rektor Prof Amar, termasuk pencapaian akreditasi Unggul dan masuk dalam jajaran 50 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Selain itu, lima Program Studi (Prodi) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil meraih akreditasi internasional, sebuah capaian pertama kalinya dalam sejarah Untad.

Capaian ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang dilakukan Untad untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, khususnya bagi kemajuan Sulawesi Tengah. 

Target selanjutnya, pada tahun 2026, Untad juga membidik lima Prodi di Fakultas Pertanian untuk mendapatkan akreditasi internasional, sebelum berlanjut ke program studi lainnya.

“Tentu ini tidak mudah, perlu kerja sama dengan seluruh civitas akademika, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha agar target ini bisa terealisasi,” kata Rektor Untad Prof Amar saat menjadi narasumber dalam program BILANG (Bicara Langsung) di TVRI Sulawesi Tengah, Selasa (14/7/2026).

Prof Amar menjelaskan, Untad fokus melakukan transformasi digital yang ditandai dengan peluncuran platform One Kliks SIGA 8 pada Jumat, 12 Juni 2026. Aplikasi terpadu ini memungkinkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan mengakses berbagai layanan seperti akademik, administrasi, keuangan, jadwal kuliah, hingga absensi melalui perangkat seluler.

Menurutnya, digitalisasi di Untad tidak hanya berarti perubahan sistem, tetapi juga adaptasi pola pikir seluruh sivitas akademika terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penguatan layanan digital ini mendukung visi Untad untuk terus mencapai standar akreditasi internasional.

Selain itu, peningkatan kualitas sarana pendidikan juga menjadi prioritas. Untad telah memperbarui laboratorium, memperkuat jaringan teknologi informasi, membangun gedung tahan gempa, mengembangkan rumah sakit pendidikan, serta melengkapi berbagai fasilitas lainnya menuju standar internasional. Upaya ini merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi Untad untuk mencapai dan mempertahankan akreditasi internasional.

Di era kepemimpinannya, Untad telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia, di antaranya Hainan University (Tiongkok), Kanazawa University (Jepang), University of Zagreb (Kroasia), University of Göttingen (Jerman), dan beberapa universitas di Australia. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi dan memperkuat posisi Untad dalam meraih akreditasi internasional.

Meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran akibat kondisi ekonomi global, Prof Amar menegaskan bahwa seluruh aktivitas perkuliahan tetap berjalan optimal. Penyesuaian program hanya dilakukan tanpa mengurangi kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, demi menjaga standar mutu yang diharapkan untuk akreditasi internasional.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi Untad adalah hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika, dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai mitra strategis.

“Kami ingin Untad terus tumbuh menjadi kampus yang unggul, tangguh, dan adaptif, sekaligus menjadi pusat lahirnya inovasi serta SDM berkualitas yang mampu mendorong kemajuan Sulteng dan Indonesia,” pungkasnya. (kn)