Palu Rasa 4 Negara Viral di Medsos: Fenomena El Nino Hingga Infrastruktur Mirip Jepang
PALU, KAUSA – Fenomena ‘Palu Rasa 4 Negara’ (Jepang, Korea, Afrika, dan Timur Tengah) ramai menjadi perbincangan di media sosial, terutama Instagram Reels dan TikTok sepanjang Agustus 2026. Narasi ini berkembang dari perpaduan estetika visual infrastruktur modern dan kondisi cuaca ekstrem yang dipicu El Nino 2026, menciptakan kesan unik yang diasosiasikan dengan empat negara berbeda.
Gelombang konten viral ini muncul seiring dengan kondisi cuaca di Palu yang terasa sangat panas dan kering pada pertengahan Agustus 2026. Sejumlah akun media sosial lokal mengunggah video yang menyoroti sudut-sudut Kota Palu dengan ‘vibes’ ala negara lain. Istilah ‘Palu Rasa 4 Negara’ menjadi populer karena kekhasan visual yang terekam.

Misalnya, ‘Palu rasa Jepang’ banyak dikaitkan dengan desain modern Elevated Road Silebeta (Silae, Besusu, Talise) dan Jembatan Palu 4, lengkap dengan pencahayaan malamnya. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid sebelumnya memang menyatakan konsep pengembangan di kawasan Elevated Road Silebeta akan dirancang menyerupai tata ruang perkotaan di Jepang. Proyek ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Sementara itu, ‘Palu rasa Arab’ dan ‘Palu rasa Afrika’ muncul dari kondisi alam yang gersang. Beberapa area seperti Jalan Lingkar Kota Palu, area Belakang Polda Palu, dan perbukitan timur kota menampilkan pemandangan tanah mengering, vegetasi kecokelatan, serta hamparan tanah liat retak. Pemandangan ini menciptakan suasana mirip savana tandus di Afrika atau gurun di Timur Tengah.
Akun Instagram @sekitar.palu, pada 11 Agustus 2026, mengunggah, “Tanah yang mengering, warna pepohonan yang mulai kecokelatan, ditambah teriknya matahari bikin suasana Palu sekilas punya vibes seperti wilayah Timur Tengah. Dari kondisi tersebut, muncul istilah ‘Palu rasa Arab’.

Akun medsos lainnya, @hiper_palu pada 12 Agustus 2026, menuliskan selain gurun sahara di Afrika yang membakar, muncul kemiripan iklim benua itu di Kota Palu. Bukan lagi Jepang atau Arab, Klip bernuansa Afrika di musim panas Palu memperlihatkan iklim yang kering disertai angin sepoi-sepoi yang minim. Terlihat juga pepohonan mirip makanan Jerapah dan tanaman tumbuh jarang serta kaktus berduri tanpa oase.
Senada, @likein_palu pada 13 Agustus 2026 menulis, “Setelah ada vibes Arab dan Jepang, sekarang muncul lagi yang disebut-sebut punya vibes Afrika. Pemandangan dari video yang beredar ini terlihat seperti savana tandus, dengan jalan yang sangat kering.”
Fenomena ‘Palu Rasa 4 Negara’ ini juga dipengaruhi oleh El Nino 2026 yang mencapai kategori Kuat, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). El Nino memicu musim kemarau lebih kering dan panjang di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa Palu memiliki pola hujan yang unik.
Asep Firman Ilahi, Kepala Stasiun Pemantauan Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu, BMKG Palu, pada 29 Maret 2026 lalu menjelaskan bahwa Kota Palu di bulan Agustus itu justru menjadi bulan yang paling nyaman karena curah hujannya lebih tinggi dari rata-rata, padahal di daerah lain sedang kemarau. Meskipun secara klimatologis lebih basah, kondisi harian di Palu, terutama di area terbuka dan perbukitan, tetap dapat terasa sangat panas dan kering, memberikan kesan ‘gersang’ yang memicu narasi ‘Palu Rasa 4 Negara’ ini.

Adapun narasi ‘Palu rasa Korea’ dalam konteks ‘Palu Rasa 4 Negara’ dikaitkan dengan pemandangan di salah satu pantai di pulau Jeju Korea Selatan. Area pantai dengan bebatuan besar di sepanjang garis pantainya dekat dengan pelabuhan Pulau Jeju dikaitkan dengan pemandangan yang ada di pantai kampung nelayan. Terlihat mirip saat jelang sore hari mendekati sunset, ditambah bebatuan besar yang disebut batu gajah berada disepanjang pantai kampung Nelayan Palu. Visual inilah yang membuatnya terlihat mirip seperti di Pulai Jeju Korea Selatan. (kn)


Tinggalkan Balasan