PALU, KAUSAPrakiraan Karhutla Sulteng menunjukkan beberapa wilayah memiliki potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedang hingga sangat tinggi. Data dari Stasiun Meteorologi Kelas I Mutiara Sis Al-Jufri Palu menyoroti tiga kabupaten dengan potensi tertinggi: Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan Kota Palu, diikuti oleh 10 kabupaten lainnya yang juga menunjukkan tingkat kerawanan cukup tinggi.

Analisis parameter Fire Danger Rating System (FDRS) Stasiun Meteorologi Kelas I Mutiara Sis Al-Jufri Palu memproyeksikan tingkat kemudahan terbakar bahan bakar ringan di permukaan tanah (Fine Fuel Moisture Code-FFMC) dan intensitas api (Fire Weather Index-FWI) di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah selama tujuh hari ke depan. Peningkatan potensi Prakiraan Karhutla Sulteng ini dipicu oleh kombinasi suhu udara tinggi, kelembapan rendah, dan angin kencang.

Kombinasi faktor-faktor cuaca ekstrem ini sangat mendukung penyebaran api dengan cepat jika terjadi kebakaran. Oleh karena itu, semua pihak, baik pemangku kepentingan maupun masyarakat, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah mitigasi yang diperlukan sesuai dengan Prakiraan Karhutla Sulteng.

Sebagai respons, Stasiun Meteorologi Kelas I Mutiara Sis Al-Jufri Palu merekomendasikan strategi mitigasi untuk pemangku kepentingan. Antara lain, aktivasi posko siaga karhutla di tingkat provinsi, kabupaten, dan kecamatan, serta penugasan petugas pemantauan lapangan 24 jam. Penguatan koordinasi dan komunikasi antarlembaga seperti BPBD, TNI/Polri, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, dan relawan juga menjadi krusial dalam menghadapi Prakiraan Karhutla Sulteng ini.

Selain itu, sosialisasi dan edukasi intensif kepada masyarakat tentang bahaya karhutla dan larangan membuka lahan dengan cara dibakar juga perlu digencarkan. Pengawasan dan patroli terpadu di wilayah rawan, serta kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk memanfaatkan teknologi drone, diharapkan mampu menekan risiko karhutla berdasarkan Prakiraan Karhutla Sulteng.

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam mitigasi Prakiraan Karhutla Sulteng. Rekomendasi untuk masyarakat meliputi larangan membakar lahan atau sampah, membersihkan lingkungan dari bahan mudah terbakar, menjaga sumber air, dan segera melaporkan asap atau api kepada pihak berwenang seperti perangkat desa atau BPBD setempat jika melihat potensi kebakaran.

Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah, menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak. 

“Kewaspadaan dan tindakan preventif merupakan kunci utama untuk menghindari kerugian jiwa, harta, dan lingkungan,” kata Taufiq Hidayah, Jumat (14/8/2026).

Ia berharap himbauan ini menjadi dasar bagi setiap pihak untuk menyusun rencana aksi dan melaksanakannya secara konsisten hingga kondisi cuaca dan indeks FWI menunjukkan penurunan risiko. (kn/kn)