Suarakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Barisan Nusantara Gelar Aksi “Teknologi untuk Kesetaraan”
KAUSA.ID, PALU — Barisan Nusantara menggelar aksi kampanye bertema “Teknologi untuk Kesetaraan, Bukan Kekerasan” pada momentum Car Free Day (CFD) di Lapangan Vatulemo, Minggu (30/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang setiap tahun berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember.
Aksi ini menghadirkan ruang aman dan inklusif bagi masyarakat Palu untuk menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan berbasis gender, khususnya di ranah digital. Sebagai simbol dukungan, peserta menandatangani komitmen bersama pada sebuah spanduk besar yang dipasang di area kegiatan.
Ketua Umum Barisan Nusantara, Selfina, menegaskan bahwa teknologi seharusnya menjadi sarana pemberdayaan, bukan penyalahgunaan.
“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat kesetaraan, bukan sarana kekerasan. Melalui aksi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan teknologi dan bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman bagi perempuan,” ujarnya.

Kampanye tahun ini menyoroti maraknya penggunaan teknologi yang disalahgunakan untuk melakukan kekerasan berbasis gender, mulai dari peretasan, penyebaran konten tanpa izin, hingga pelecehan daring.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Palu, Rini Haris yang turut hadir dalam aksi kampanye tersebut menyatakan dukungannya untuk menyuarakan solidaritas terhadap perempuan.
”Saya senang selalu mendukung kegiatan seperti ini, hal positif mengajak perempuan untuk berani bersuara,” terang Rini.
Ia juga mendorong bagi para perempuan untuk tetap bersuara menolak kekerasan serta mengimbau para perempuan untuk berani bersuara jika mengalami kekerasan.
“Saya menghimbau kepada para perempuan di luar sana, jangan diam, hidup kita sangat berharga. Jangan pernah merasa sendiri, sampaikan apa masalah yang dihadapi, kalau takut, cari orang yang dianggap nyaman untuk menyampaikan. Intinya beranikan diri untuk bersuara,” ungkapnya.
Melalui aksi di CFD, Barisan Nusantara berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keamanan digital (digital security) dan memperkuat solidaritas untuk melawan kekerasan terhadap perempuan.(**)


Tinggalkan Balasan