KAUSA.ID, Palu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan yang diprakirakan berlangsung pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

Melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, BMKG mencatat adanya dampak dinamika atmosfer yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu 24 jam sejak 15 Desember 2025 pukul 13.00 WIB hingga 16 Desember 2025 pukul 13.00 WIB.

Salah satu faktor utama pemicu cuaca ekstrem tersebut adalah keberadaan belokan angin (shearline) yang terpantau pada lapisan angin 300 feet di atas wilayah Sulawesi Tengah.

BMKG menjelaskan, kondisi belokan angin ini berpotensi mempercepat pertumbuhan awan hujan, sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.

Dalam prakiraan curah hujan Desember 2025, wilayah Sulawesi Tengah diprediksi menerima curah hujan antara 100 hingga 500 milimeter, yang masuk dalam kategori menengah hingga tinggi. Mayoritas wilayah diperkirakan mengalami curah hujan menengah di kisaran 201–300 mm sepanjang bulan ini.

Memasuki Januari 2026, BMKG memprediksi curah hujan masih tetap tinggi dengan kisaran 101 hingga 500 milimeter. Meski didominasi kategori menengah, beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.