Keracunan Makan Bergizi Gratis di Bangkep: 52 Siswa SD Terdampak, Butuh Investigasi
BANGGAI KEPULAUAN, KAUSA – Puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, mengalami gejala keracunan makanan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 20 Agustus 2026. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis yang menjadi sorotan publik.
Gejala keracunan yang dilaporkan meliputi mual, muntah, pusing, dan lemas. Sebanyak 50 hingga 52 siswa dari SDN Mata, SDN Kanali, dan SDN Peley terdampak. Satu pasien bahkan harus dirujuk ke RSUD Trikora Salakan untuk penanganan lebih lanjut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh Aris Susanto, menyatakan bahwa korban ditangani secara intensif di Puskesmas Totikum Selatan.
“Puluhan siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan sedang ditangani intensif di Puskesmas Totikum Selatan. Satu pasien kami rujuk ke RSUD Trikora Salakan karena butuh penanganan lebih lanjut. Proses rujukan memakan waktu hampir dua jam perjalanan,” kata Muh Aris Susanto, Kamis (20/8/2026) sore.
Aktivis dan pemuda setempat mendesak pemerintah daerah untuk bertindak cepat dan transparan. Algi Alfarit, seorang aktivis, menuntut agar penanganan kesehatan maksimal diberikan kepada korban, serta dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap makanan dan bahan pangan yang dibagikan.
“Kami mendesak pemerintah daerah dan penyelenggara MBG untuk memastikan penanganan kesehatan maksimal bagi korban, melakukan pemeriksaan terhadap makanan dan bahan pangan yang telah dibagikan, serta menginvestigasi proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi MBG. Informasi harus dibuka secara transparan: jumlah terdampak, hasil pemeriksaan, dan langkah evaluasi. Standar keamanan pangan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Algi, Kamis (20/8/2026).
Hingga 21 Agustus 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hasil investigasi bahan makanan. Publik menanti detail jenis sampel yang diambil, laboratorium rujukan, dan temuan awal penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis ini.
Insiden ini menambah panjang daftar kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah selama Agustus 2026. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 40.759 kasus keracunan terkait MBG sepanjang 2025 hingga Agustus 2026 di 36 provinsi, meskipun angka ini bukan data resmi pemerintah dan sebagian belum dikonfirmasi medis. Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri telah menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar keselamatan pangan, sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
Beberapa kasus serupa di daerah lain telah mengonfirmasi kontaminasi bakteri pada menu MBG, seperti bakteri Staphylococcus aureus pada lauk ayam BBQ di Kulon Progo dan Bacillus cereus pada tumis buncis-wortel di Kediri. Hal ini meningkatkan tekanan agar pemerintah daerah di Banggai Kepulauan segera merilis hasil laboratorium dan memastikan pertanggungjawaban atas insiden keracunan MBG. (kn)


Tinggalkan Balasan