PALU, KAUSA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan para pejabat, termasuk menteri dan kepala daerah, bahwa mereka adalah pelayan rakyat. Penegasan ini disampaikan oleh Mentan Andi Amran Sulaiman dalam acara Dies Natalis Ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako (Untad) Palu, Kamis (20/8/2026).

Dalam pidatonya, Mentan Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang memiliki batas waktu dan dapat berakhir sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pejabat publik harus memahami bahwa kedudukan mereka bukan sesuatu yang permanen.

“Menteri itu pegawai kontrak, cuman lima tahun, itu pun kalau tidak diresuffle,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman di hadapan 1.018 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.

Amran melanjutkan, prinsip ini juga berlaku bagi kepala daerah yang baru dilantik. Ia mengingatkan agar pejabat tidak bersikap seolah-olah memiliki kekuasaan mutlak setelah menduduki jabatan. Pejabat, kata dia, harus selalu mengingat posisinya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

“Siapa kamu? Hamba Allah, pelayan rakyat. Kita ini pelayan rakyat,” katanya menegaskan.

Setiap pejabat akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diterimanya, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, jabatan harus digunakan untuk melayani kepentingan masyarakat luas, bukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu.

“Ini ditanya di akhirat nanti. Kamu apakan itu jabatan itu?” ujarnya.

Mentan Andi Amran Sulaiman juga mengingatkan bahwa menjadi pejabat bukan perkara mudah, melainkan memiliki konsekuensi moral dan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Setiap kewenangan yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Selain itu, Mentan mengajak para lulusan Universitas Tadulako Palu untuk menjadi penggerak utama dan pencipta lapangan kerja. Ia mendorong mereka memanfaatkan potensi daerah serta memiliki keberanian untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi kegiatan produktif yang bermanfaat secara ekonomi.

Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu melihat peluang di lingkungan sekitar dan berani memulai usaha. Hal ini akan membantu menciptakan kemandirian ekonomi dan mengurangi angka pengangguran di daerah. (**/kn)