SÃO PAULO, KAUSA – Pertandingan leg kedua babak 16 besar Copa Libertadores 2026 antara Corinthians vs Rosario Central masih berlangsung di Neo Química Arena, São Paulo, Brasil, pada Jumat (21/08) pagi WITA. Hingga pembaruan terakhir pada pukul 10.10 WITA, skor pertandingan masih 0-0, membuat agregat sementara juga 0-0.

Hasil ini berarti penentuan tim yang lolos ke perempat final masih terbuka lebar, dengan potensi adu penalti jika skor imbang terus bertahan hingga akhir waktu normal. Absennya Allan Rodrigues de Souza karena kartu merah di leg pertama sedikit mengurangi pilihan bagi pelatih Corinthians, Fernando Diniz. Meski begitu, Corinthians vs Rosario Central diprediksi tetap akan menyajikan laga panas.

Leg pertama pertandingan Corinthians vs Rosario Central, yang digelar di Stadion Gigante de Arroyito, Rosario, Argentina, pada 13 Agustus 2026, juga berakhir tanpa gol. Hal ini menegaskan ketatnya persaingan antara kedua tim untuk memperebutkan satu tempat di babak delapan besar Copa Libertadores 2026.

Fernando Diniz, pelatih kepala Corinthians, optimistis dengan kondisi fisik timnya menjelang leg kedua. “Kami datang dalam kondisi sangat baik pada Kamis nanti, secara fisik. Itu soal strategi, yaitu pergantian pemain,” kata Diniz, seperti dikutip dari O Tempo, 17 Agustus 2026. Ia menambahkan, “Secara fisik, tidak ada alasan untuk Kamis.”

Di sisi lain, pelatih Rosario Central, Jorge Almirón, mengakui timnya bermain bagus di leg pertama, namun kurang presisi dalam penyelesaian akhir. “Saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Perasaan itu selalu ada di dalam lapangan,” ujar Almirón setelah leg pertama. “Kami kurang sedikit presisi di akhir. Tetapi pengorbanannya sangat besar.”

Corinthians memiliki rekor kandang yang cukup impresif di Copa Libertadores, terutama dalam memanfaatkan bola mati. Lima dari enam gol terakhir Corinthians di kandang pada Copa Libertadores lahir dari situasi bola mati: tiga dari sepak pojok dan dua dari tendangan bebas tidak langsung. Pemain seperti Gustavo Henrique berperan penting dalam skema ini.

Sementara itu, Rosario Central menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola dan tembakan pada leg pertama, namun gagal mengkonversinya menjadi gol. Ángel Di María dan Jáminton Campaz menjadi ancaman utama melalui umpan silang yang mencapai angka fantastis di leg pertama. Keberhasilan mereka dalam membongkar pertahanan Corinthians akan menjadi kunci di leg kedua Corinthians vs Rosario Central ini.

Di luar lapangan, pertandingan Corinthians vs Rosario Central sempat diwarnai isu rasialisme. Kiper Corinthians, Hugo Souza, menuduh adanya hinaan rasialis dari tribune tuan rumah pada leg pertama. “Saya tidak tahu apa yang ada di kepala mereka. Saya tidak tahu apakah mereka mengira lebih baik daripada kami, lebih manusiawi daripada kami, lebih unggul daripada kami, tetapi saya berharap suatu hari hal ini benar-benar berubah dan mereka bisa mengoreksi diri serta memahami bahwa mereka tidak lebih baik daripada siapa pun,” kata Souza, 15 Agustus 2026.

Rosario Central menanggapi tuduhan tersebut dengan pernyataan institusional, “Rosario Central kembali dengan tegas mengecam setiap tindakan rasisme, diskriminasi, dan provokasi dalam konteks pertandingan sepak bola.” Klub tersebut menyatakan sedang melakukan investigasi internal dan meminta CONMEBOL untuk meneliti bukti tuduhan tersebut.

Regulasi Copa Libertadores 2026 menegaskan bahwa tidak ada perpanjangan waktu jika agregat tetap sama setelah 90 menit leg kedua. Penentuan tim yang lolos akan langsung dilakukan melalui adu penalti, tanpa aturan gol tandang. Jadi, terlepas dari hasil akhir Corinthians vs Rosario Central di waktu normal, pertandingan ini dijamin akan tetap menegangkan.

Susunan pemain yang diproyeksikan untuk Corinthians antara lain Hugo Souza; Matheuzinho, Gabriel Paulista, Gustavo Henrique, Matheus Bidu; Raniele, André Carrillo, Breno Bidon, Rodrigo Garro; Kaio César, Pedro Raul. Sedangkan Rosario Central diperkirakan akan menurunkan Jeremías Ledesma; Emanuel Coronel atau Elías Verón, Ignacio Ovando, Gastón Ávila, Agustín Sández; Franco Ibarra, Federico Navarro; Giovanni Cantizano, Ángel Di María, Jáminton Campaz; Enzo Copetti. Namun, perlu diingat bahwa ini adalah prediksi pra-laga.

Baik Corinthians maupun Rosario Central memiliki peluang yang sama untuk melaju ke babak selanjutnya. Pertandingan ini akan menjadi ujian mental dan taktis bagi kedua tim untuk membuktikan siapa yang layak mendapatkan tiket perempat final Copa Libertadores 2026.